Author Topic: [Fanfic lomba] The Fathomless 6 -EX- (END)  (Read 20250 times)

Offline shirouamada

  • Gate Guardian
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2032
  • Cookies: 56
  • shirouamada has little cookie
  • Pensi
  • Awards 25.000 Kitin Donatur
    • Banpresto
    • Awards
[Fanfic lomba] The Fathomless 6 -EX- (END)
« on: April 16, 2011, 11:35:41 pm »
The Fathomless 6
- 601 Anti Gigantic Troopers' Side-


Chapter:
First Ghost: The 601
Second Ghost: Ghost of East
Prelude to Third Ghost
Third Ghost: Aftermath
Prelude to Fourth Ghost
Fourth Ghost: Everlasting Peace
Prelude to Fifth Ghost
Fifth Ghost: Gespenst Jäger
Epilogue
=====
Hanya bonus yang ga penting:
Extra 1
Extra 2
Extra 3
Extra 4


Background
Saat itu, para Emilian baru saja berhasil menguasai ketiga dunia paralel dan memonopoli sumber daya alam. Namun, dari dalam menara muncul manusia-manusia robot yang dengan mudah menghancurkan pasukan-pasukan Emilian. Dunia paralel ke-4 telah terhubung dan mulai melakukan penyerangannya ke seluruh dunia paralel yang lain. Perbedaan teknologi dan kekuatan pasukan yang amat besar membuat pasukan Emil di ketiga dunia dapat dipukul mundur dengan cepat.

Para Titanian yang melihat pertarungan antara pasukan Emil dan DEM yang terpusat di menara, dengan segera mengunci menara untuk selamanya. Para Dominion yang menolak untuk meniru tindakan para Titania, terus menerus terdesak mundur setelah seluruh pasukan Emilian dihancurkan DEM. Sementara itu di dunia Emilian, pasukan DEM berhasil menguasai menara dan pulau Mai-Mai.
 
Secara perlahan tapi pasti, pasukan DEM terus maju dan menyerang ke daerah Barat yang pertahanannya lemah.

Istilah:
kota (Kota di daerah pinggiran acropolis yang mengelilingi Dome)
Dome (Daerah pusat acropolis, tempat para bangsawan.
Istana (Tempat raja tertinggi, keturunan Emil pertama, tinggal dan memimpin dunia)
Council Tower (Tempat ke-5 raja berkumpul untuk membahas masalah dunia)

Pasukan khusus:
601 Anti Gigantic Troopers
602 Bait Tactics Troopers
603 Chemical Tactics Troopers
604 Demolition Tactics Troopers
605 Element Tactics Troopers
606 Falling Tactics Troopers
Heavily inspired by: The Invisible 9 



Karakter:

Sersan Satu Xenocrest

Commando yang kalem dan misterius. Dia selalu tenang walau kematian ada di depannya.

Mayor Ai
Spoiler for Hiden:
Pemimpin loli dari pasukan 601 yang memiliki tinggi 140cm. Dia amat tenang, lebih tepatnya suram.

Sersan Dua Jack Orland
Spoiler for Hiden:
Dark Stalker yang polos dengan equip pas-pasan.

Letnan Satu Alice Southern
Spoiler for Hiden:
Putri dari Bangsawan Southern. Kemampuannya dalam mendeteksi musuh amat hebat.
Sayangnya amat ceroboh, tidak bisa diandalkan, dan mudah marah.

Mia Gracia
Spoiler for Hiden:
Seorang gadis desa yang mengungsi ke dome untuk tinggal dengan neneknya.

Figuran:
Raja Tokikage
Jenderal Southern
Letnan Jenderal Pruelle
dan para mayat yang bergelimpangan di medan perang


Prologue:
Losing War

(Mau Kalah)

“Yang mulia Tokikage, apakah kita perlu menyegel menara kita juga?”

“Tidak perlu. Dunia kita pasti akan menang, seperti perang-perang yang terdahulu.”

“Tapi, mereka memiliki teknologi yang mirip dengan kita. Tidak seperti Titanian atau Dominion yang primitif itu.”

“Maksudmu, kita sebagai ras tertinggi dan terpintar kalah dalam hal teknologi!”

“Maafkan saya, yang mulia. Saya tidak bermaksud berbicara seperti itu. Tapi, dunia yang kita lawan saat ini adalah…”

“Dunia mesin. Aku mengerti di mana posisi kita saat ini, Southern. Tapi… aku tidak boleh mengakui hal itu. Demi kejayaan dunia kita ini…”

“Yang mulia…”

“Kita harus membentuk pasukan khusus untuk menghancurkan mereka. Pasukan yang sama gilanya dengan para DEM itu. Apapun yang terjadi, kita harus memenangkan perang ini.”

======================================================================

“Jenderal Southern, apa maksud dokumen ini?”

“Sudah diputuskan untuk membuat enam pasukan khusus.”

“Ini gila! Cara berperang seperti ini sama saja dengan bunuh diri!”

“Letnan Jenderal Pruelle, ini perintah raja. Pangeran pun akan ikut sebagai salah satu anggotanya.”

“Apa!?”

“Ya, sebagai pemimpin pasukan 606-FTT.”

“Jenderal, ingatkan aku untuk membunuhmu setelah perang selesai.”

======================================================================

“Sersan Satu Xenocrest?”

“Ya?”

“Anda dipanggil kembali ke dome. Segera temui Mayor Ai di Council Tower 4A”

“Tapi…”

“Pemimpin yang baru untuk regumu sudah ditunjuk. Sekarang, cepatlah berangkat. Tugas baru sudah menanti.”

“Baik, baik.”

Next: The 601 AGT (Pasukan Khusus 601)

Spoiler for Supplement::
“Anu…” gumam Xenocrest.

“Apalagi?”

“Ada ongkos buat pulang?”

“Tidak ada. Sana jalan kaki.”

“Baik.” Xenocrest memberi sebuah uppercut terakhir kepada atasannya dan pergi dengan cloakingnya.
« Last Edit: June 01, 2011, 03:44:35 pm by sacchan_magician »
Farewell ECO

Offline Arcanum

  • Follower of Wisdom
  • *****
  • Posts: 803
  • Cookies: 0
  • Arcanum has little cookie
  • ........
  • Awards 2.500 Kitin Donatur
    • Awards
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6
« Reply #1 on: April 17, 2011, 01:42:54 am »
apaan tuh, dark stalker equip pas-pasan  :laugh:
baca "dark stalker = penguntit gelap" goceknya buat alat alat penguntit doang  :laugh:

anyway....waiting for chapter 1  :santai:
« Last Edit: April 17, 2011, 04:03:06 am by Arcanum »
The past is a History, Tomorrow is a Mystery, and Today is a Gift

Ligoya - Pesulap Jalanan

Offline squad

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 280
  • Cookies: 44
  • squad has little cookie
  • Darkness's Last survivor
    • Awards
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6
« Reply #2 on: April 17, 2011, 07:43:25 am »
wakakakakak
Xenocrest jadi miskin bin koplak gitu
ditunggu chapter 1nya k Zerou XD

A noble Assasin From Gospel
squad, A noble Blademaster from Eternal
Josephine, *not* the most brave enchanter from Utopia
MomotarozZz, Just a regular BM from Hunter x Hunter

Offline Akashiki

  • Wishful Citizen
  • *
  • Posts: 47
  • Cookies: 45
  • Akashiki has little cookie
  • This feeling... another b-o-r-e-d-o-m
    • Awards
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6
« Reply #3 on: April 17, 2011, 07:50:05 am »
nubi numpang lewat  :hi:

asik FF baru  :puppyeyes:
ditunggu chapter 1 nya XD

btw, ane pejwan  :sing:
The World is so cruel, but it's better than a Hell  -Akashiki

Offline shirouamada

  • Gate Guardian
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2032
  • Cookies: 56
  • shirouamada has little cookie
  • Pensi
  • Awards 25.000 Kitin Donatur
    • Banpresto
    • Awards
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6 -First Ghost-
« Reply #4 on: April 17, 2011, 08:52:36 am »
First Ghost
The 601 Anti Gigantic Trooper
(Pasukan Bunuh Diri 601)

Xenocrest sedang berjalan dengan santai menuju dome ketika ia melihat seorang gadis desa sedang bertengkar dengan penjaga gerbang. “Tolong biarkan aku masuk! Kumohon!” teriak gadis itu.

“Sudah kubilang seribu kali, anda dilarang lewat karena ID anda palsu.” Jawab sang penjaga. Semua yang mendengar kata-kata sang penjaga langsung berpikir, ‘dia hitung!?’

“Tapi… tapi… aku harus masuk…”

“Anda dilarang lewat karena ID anda palsu.”

“Tolonglah!”

“Anda dilarang lewat karena ID anda palsu.”

“Kumohon…” gadis itu memelas dengan mata yang berkaca-kaca.

“Untuk yang keseribu tiga kali, anda dilarang lewat karena ID anda palsu.” Semua yang mendengar kembali berpikir, ‘apa benar-benar dihitung?’

Xenocrest pun menengahi mereka berdua, “Oi, Rick, ada apa ini?”

Melihat Xenocrest, penjaga yang disebut Rick itu langsung memberi hormat, “Se… Sersan Satu! Maaf, gadis ini memaksa untuk masuk ke dalam dome. Tetapi, ID Card yang dimilikinya terbukti buatan si Nandemoyaji.”

“Ho, penjual kartu palsu yang ada di pinggiran kota.”

“Ya, karena itu kami tidak bisa mengizinkan dia masuk.”

Xenocrest menatap gadis itu, “Kamu, siapa namamu dan kenapa kamu sangat ngotot ingin masuk ke dome?”

“Namaku… Mia Gracia.” Gadis itu mengambil dua buah kotak kecil dari saku bajunya, “Aku… ingin bertemu dengan nenek… dan…” air mata terlihat mengalir dari matanya yang biru, “abu… orang tuaku…” gadis itu berusaha sekuat tenaga untuk tidak menangis tetapi air matanya tetap mengalir dengan deras.

“Siapa nama lengkap nenekmu?”

Mia menghentikan tangisnya dengan susah payah dan berkata dengan perlahan, “Nenek… Mar… Gracia…”

Xenocrest memandang prajurit Dua Rick dengan pandangan tajam, “Rick, apa kita bisa memberi pengecualian untuk hal ini?”

“Tapi, Sersan!”

“Coba hubungi Mar Gracia. Nomornya pasti ada di data base kita.”

“Ba… baik!” Rick dengan segera membalikkan badannya dan menekan wireless phone di telinganya.

Xenocrest lalu menatap Mia dan tersenyum kecil, “Namaku Xenocrest. Salam kenal.” Mia membalas tatapan Xenocrest dengan mata birunya yang memelas. “Umm, Mia?”

Mia tiba-tiba memeluk Xenocrest dan mencium pipinya, “terima kasih banyak, kakak.”
 
“Sama-sama.” Xenocrest melepaskan pelukan Mia dan melihat matanya dengan lembut.

Tiba-tiba Rick muncul di samping mereka dengan wajah masam, “Apa kalian sudah selesai bermesraan?”

Xenocrest pun melompat mundur karena terkejut. “Ah, Rick, maaf membuatmu panas. Bagaimana? Ceritanya benarkan?” tanya  Xenocrest.

“Sialnya, ceritanya benar. Apa boleh buat, kali ini adalah pengecualian. Masuklah.”

Mia pun meloncat kegirangan lalu masuk ke dome sambil berteriak, “Terima kasih om penjaga yang baik!”

“AKU! MASIH 18 TAHUN!” teriak Rick dengan penuh amarah.

“Sudahlah, maafkan saja dia. Kau memang terlihat tua dengan kumismu itu.”

“Sersan! Awas kau ya!”

“Ah, aku lupa, aku harus segera pergi ke markas. Sampai jumpa, Rick~♪” Xenocrest pun menggunakan cloaking dan berlari menuju ke council tower.

Dari kejauhan terdengar makian Rick, “Sialaaaaan! Lihat saja nanti!” dan tawa para warga luar dome.


Sesampainya di council tower 4, Xenocrest disambut oleh seorang anak kecil dengan pakaian kusam yang berwajah suram, “Sudah kutunggu, Xenocrest.”

Xenocrest keluar dari kamuflasenya dengan terkejut, “Bagaimana kau bisa melihatku?”

Anak kecil itu menyalami Xenocrest yang masih bingung, “Perkenalkan, Mayor Ai. Selamat datang di pasukan 601. Cepat, sudah ada misi yang menunggu kita.” Anak itu langsung menarik Xenocrest masuk ke dalam ruangan 4A.
 
Di dalam, Xenocrest melihat sudah ada dua orang di dalam ruangan kecil itu, seorang pria dan wanita. Sang pria menggunakan zirah perak dan tameng perak, sepertinya ia adalah knight dengan kekuatan menengah. Sang wanita menggunakan bodysuit abu-abu dan kaca mata ranger, sepertinya ia adalah explorer yang cukup kuat.

“Sersan Dua Dark Stalker Jack Orland! Letnan Satu Treasure Hunter Alice Southern! Dia adalah anggota terakhir kita, Sersan Satu Commando Xenocrest. Kuharap kalian bisa bekerja sama dengan dia.”

“Baik, Bu!” teriak keduanya bersamaan.

“Bagus. Saat ini kita sudah mendapat misi dari jenderal Southern. Misi ini adalah misi penyerangan ke hutan Fareast. Seperti yang kita tahu, di sana penuh dengan armada dan gigant. Tugas kita adalah menghancurkan gigant sementara 606 akan menghancurkan armada dan 604 menghancurkan markas. Ada pertanyaan?”

Jack mengangkat tangannya, “Bagaimana cara menghancurkan gigantnya?”

“Serang dengan seluruh kekuatan.”

“Tapi, senjata biasa tidak bisa menembus gigant.”

“Jika diserang terus pasti akan hancur kan? Itu taktik kita. Ada pertanyaan lagi?”

“Pasukan kita… hanya empat orang?” tanya Xenocrest.

“Sebelum kalian bergabung, ada dua puluh orang. Tapi mereka semua sudah mati. Karena kekurangan orang, yang dikirim ke sini hanya kalian bertiga. Ada pertanyaan lagi?”” Suasana hening, tidak ada lagi yang bertanya. “Bagus. ayo kita berangkat. Jangan mati sia-sia.” 

“Baik, Bu!” Teriak ketiganya dengan agak bergetar.

Ai kemudian keluar dari ruangan tersebut, diikuti oleh Jack dan Alice. Xenocrest hanya bisa menghela napas dan mengikuti mereka. “Benar-benar gila. Pasukan ini pasti tidak bisa bertahan lama.”


To be Continued in: Ghost of East

Spoiler for Supplement::
“Mayor…” gumam Xenocrest.

“Ya?”

“Kenapa kita numpang pesawat pasukan 606?”

“Karena…” Mayor Ai menatap langit biru yang cerah dengan matanya yang sayu.

“Kita tidak punya pesawat.” Mayor berbalik dan masuk ke dalam kamarnya (pinjaman) dengan santai.
« Last Edit: April 19, 2011, 01:36:44 pm by shirouamada »
Farewell ECO

Offline squad

  • Follower of Speech
  • ***
  • Posts: 280
  • Cookies: 44
  • squad has little cookie
  • Darkness's Last survivor
    • Awards
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6
« Reply #5 on: April 17, 2011, 09:10:43 am »
Nice update :puppyeyes:
sejauh ini tidak melihat adanya typo
sudah kuduga zerou memang teliti :3
Supplementnya selalu kocak :laugh:

A noble Assasin From Gospel
squad, A noble Blademaster from Eternal
Josephine, *not* the most brave enchanter from Utopia
MomotarozZz, Just a regular BM from Hunter x Hunter

Offline KuroYuki

  • Elder
  • Words of Speech
  • *
  • Posts: 2892
  • Cookies: 56
  • KuroYuki has little cookie
  • Awards 75.000 Kitin Donatur
    • Awards
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6
« Reply #6 on: April 17, 2011, 09:34:21 am »
First Ghost
The 601 Anti Gigantic Trooper
(Pasukan Bunuh Diri 601)

Xenocrest memandang rajurit Dua Rick dengan pandangan tajam, “Rick, apa kita bisa memberi pengecualian untuk hal ini?”

found the typo :D

anyway, nice chap. banyak banget humornya yang bikin saya ngakak pagi pagi (atau siang?)
ditunggu next chapternya, cukup singkat tapi ttp berkesan dan lucu yang terutama :D

currently playing :
Aura Kingdom as Vestas, Larck's loyal s t a l k e r ~ ♥

Offline shirouamada

  • Gate Guardian
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2032
  • Cookies: 56
  • shirouamada has little cookie
  • Pensi
  • Awards 25.000 Kitin Donatur
    • Banpresto
    • Awards
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6 - Second Ghost-
« Reply #7 on: April 17, 2011, 11:09:51 am »
Makasih atas pemberitahuannya  :sing:
sudah di fix~

untuk 2nd chapter di sini: MooMoo Plains, Breadbasket dan Enigma belum ada. Yang ada adalah sebuah kota besar tanpa rumput sedikit pun dengan hutan yang amat lebat di bagian Timur tempat para Nymph tinggal.

A Bit Background:
Fareast City adalah kota dengan teknologi pangan termaju. Seluruh makanan buatan yang ada di dunia dikembangkan di sini. Fareast merupakan kota yang penting karena sebagian besar makanan pada masa ini adalah makanan buatan dan pabrik terbesar ada di kota ini. Kehancuran kota Fareast akan amat merugikan para Emilian (karena harus bikin pabrik lagi).

Bentuk musuh:
Spoiler for Hiden:
Armada:

DEM:


Gigant Class aka DEM-Mammoth:



Second Ghost: 
Ghost of East
(Jin Timur)

Xenocrest melompat turun dari pesawat pasukan 606 dan mengembangkan parasutnya. Dengan sedikit gerakan, ia mengarahkan parasutnya agar mendarat di atas tiang jembatan East Cape. Dari sana ia melihat ke arah kota Fareast. Kota megah dengan teknologi biochemical termaju itu sedang terbakar. Xenocrest melihat ke bawah, ada banyak orang berlarian melarikan diri dari kota. Xenocrest lalu melompat ke tempat pasukannya berkumpul. “Sekarang, apa yang akan kita lakukan? Menghabisi musuh di kota atau menerobos masuk ke hutan?”

Ai menoleh ke Alice, “Alice, dari mana mereka menyerang dan di mana serangan mereka terpusat?”

Alice melihat sebuah komputer kecil yang dipegangnya dan menekan sebuah tombol. Peta tiga dimensi kota muncul di atas komputer itu. Setelah beberapa saat melihat, Alice menatap Ai dan berkata, “Mereka sepertinya datang dari hutan dan mereka menyerang pabrik pusat pembuatan makanan. Ada sepuluh gigant dan dua puluh armada di sana.”

“Kita tidak perlu mempedulikan armada mereka. Pasukan 606 yang akan menghabisinya. Sekarang, kita buat dua grup. Sersan Xenocrest dan Jack, kalian menghadapi gigant dari depan. Sementara itu, aku dan Alice akan menyerang dari belakang. Ada pertanyaan?”

“Apa harus frontal?” tanya Xenocrest.

“Gunakan metode terbaik yang kau punya. Masih ada pertanyaan?” Semua orang terlihat menggelengkan kepala dengan pelan. “Bagus. Samakan jam. Jam 13 lewat 13 menit. Misi pertama, dimulai. Jack, ikuti Xenocrest. Alice, ikuti aku.” Ai melompat ke atas penyangga dan jembatan dan berlari ke arah kota. Alice terlihat berusaha mengikutinya dengan susah payah.

“Sersan Satu, apa yang akan kita lakukan?” Jack menatap Xenocrest dengan pandangan ketakutan.

Xenocrest tersenyum dan menjawab dengan tenang, “Kita serang langsung, tetapi tentu saja dari tempat strategis. Sekarang, ayo kita hancurkan gigant-gigant itu.”

“Baik, Sersan Satu.” Keduanya pun berlari menerobos kerumunan orang yang melarikan diri, menuju ke medan pertempuran. Setelah beberapa saat berlari, Jack bertanya lagi“Anu, Sersan Satu, setelah perang ini selesai, apa yang akan kau lakukan?”

Xenocrest berpikir sejenak lalu menjawab, “Aku belum tahu. Mungkin aku akan terus menjadi tentara.”

“Aku… ingin melamar seseorang…” muka Jack terlihat memerah.

“Tunggu, kenapa rasanya kau akan mati cepat?”

“Hahaha, jangan bercanda seperti itu dong, Sersan Satu.” Jack tertawa kecil.

Setelah beberapa lama mereka berlari, akhirnya mereka sampai di gerbang kota. Xenocrest melihat ke arah pabrik yang sedang diserang. Terlihat beberapa orang melompat dari pesawat 606 ke armada lalu jatuh bersama dengannya. Beberapa lagi melompat-lompat dari satu armada ke armada lain sembari meledakkan pesawat DEM. Kadang-kadang ada yang gagal dan jatuh ke tanah.

“Mereka tidak menggunakan parasut!” teriak Jack.

“Benar-benar gila,” gumam Xenocrest. “Ayo, Sersan Dua, kita harus cepat ke pabrik.”

“Ba…baik!”

Keduanya berlari ke pabrik secepat mungkin. Xenocrest melihat pemandangan sekelilingnya, mayat pasukan dan rongsokan DEM terlihat di mana-mana. Sesampainya mereka di pabrik, jumlah mayat yang berserakan sudah tidak terhitung lagi.

“Ini terlalu mengerikan…” Jack menutup matanya dengan kedua tangan.

“Gigantnya, di mana mereka?”

JLEG, JLEG

terdengar suara langkah mesin raksasa dari samping.

JLEG, JLEG

“itu mereka,” bisik Xenocrest kepada Jack, “sepertinya ada dua, di dalam gudang ini.” Xenocrest menunjuk ke gudang di samping mereka.

JLEG, JLEG

“Sersan Satu, aku akan mencoba menyerang mereka dari depan. Mungkin aku bisa menghancurkan satu, tolong hancurkan yang satu lagi.” Jack berlari ke arah pintu samping gudang.

“Jack, jangan! Jangan lewat pintu!” teriak Xenocrest. Terlambat, Jack membuka pintu samping dan masuk. Dalam sekejap, terdengar suara tembakan dari dalam gudang. “Ck…” Xenocrest menggunakan cloak dan melompat ke jendela. Dari sana ia melihat Jack sedang bertarung melawan beberapa DEM Gewehr. Di belakang DEM Gewehr terlihat tiga buah DEM raksasa berwarna abu-abu, dengan senapan yang amat besar. “Celaka, ternyata ada tiga gigant class…” Xenocrest mengisi psycho gunnya dengan gold bullet dan mengambil beberapa chaff grenade dan claymore. “Ini akan sulit. Aku belum pernah melawan tiga sekaligus.” Tiba-tiba ketiga gigant class itu menembak ke arah Jack, ledakan yang besar pun terjadi. ‘Tidak!’ teriak Xenocrest dalam hatinya. Asap memenuhi ruangan, sepertinya tidak ada yang selamat. Melihat hal itu, Xenocrest langsung menyetel beberapa time bomb. ‘Seluruh bom, mungkin bisa langsung menghancurkan mereka.’

Ketika Xenocrest hendak melempar bomnya, ia melihat sesosok orang berdiri di tengah asap dan berjalan perlahan ke arah tiga gigant. Ternyata Jack masih hidup. Tubuhnya berpendar memancarkan cahaya biru, matanya terlihat seperti mayat. “Bunuh… bunuh…” gumamnya.

“Necro Resskah…” Xenocrest menghela napas dan melempar chaff grenadenya ke tengah gigant class. Granat itu meledak dan membuat sensor ketiga gigant rusak untuk sementara waktu. “Sekarang! Jack!” teriak Xenocrest.

Jack melompat dan menusuk mata gigant yang terdepan dengan six guardians lance. Tombak itu pecah dalam sekejap. “Mati.” Jack mengambil sebuah tombak merah bermata dua dan menusuk mata gigant itu lagi. Tombak itu menembus kepala gigant itu. Gigant itu jatuh dengan keras. Walau begitu, Jack terus menusuk gigant itu dengan tombaknya berkali-kali hingga tidak bergerak lagi.

Sementara itu, Xenocrest melompat ke gigant yang paling belakang sembari menembakinya. Ia  mendarat di atas kepala gigant itu dan menghias kepala sang gigant dengan claymore dan time bomb. Xenocrest melakukan slide, turun ke kaki gigant itu, sembari menjatuhkan bom di tubuh gigant itu. “Adios!” Seluruh tubuh gigant itu meledak.

“Mother Brain. Dua mammoth hancur. Mohon kirim bantuan.” Gigant ketiga mengeluarkan suara yang amat memekakkan telinga.

“Sepertinya tugas kita akan mudah. Mereka akan berkumpul semua di sini.” Xenocrest tersenyum kepada Jack.

“Bunuh…” Jack melompat ke kepala gigant terakhir, namun gigant itu lebih cepat dan berhasil menembak Jack. Jack langsung mengambil tameng merah dengan hiasan yang seperti kupu-kupu untuk menahan serangan tersebut. Sayangnya, tameng itu langsung hancur dan Jack pun jatuh. Walau tangan kirinya patah, ia seperti tidak merasa sakit dan menusuk kaki gigant dengan tombaknya lalu menariknya hingga hilang keseimbangan dan jatuh.

“Gila…” Xenocrest langsung berlari di atas gigant itu sembari menebar bomnya, “tapi cukup membantu.” Xenocrest kemudian menembak salah satu bomnya dan ledakan besar pun terjadi. “Misi selesai…” Xenocrest melihat pemandangan di gerbang depan. Puluhan DEM dan lima gigant terlihat berkumpul di depan gudang, “… atau baru dimulai.” Xenocrest tersenyum dan mengisi peluru lagi dengan tenang, “Hari baik untuk mati, ya kan, Jack?” Jack hanya diam saja. “Ah, aku lupa, kau sudah mati.”

“Datang...” gumam Jack. Para DEM makin mendekat dengan perlahan sembari menembak dengan seluruh kekuatan.

Xenocrest tersenyum, “Sayang, hanya kita berdua yang ada di pesta ini.”

Tiba-tiba dua orang wanita melompat masuk ke dalam gudang. Mereka terlihat penuh luka. “Mayor!  Letnan! Dari mana saja?” teriak Jack. Warna tubuhnya terlihat sudah kembali seperti semula.

“Mengumpulkan mereka. Saat ini seluruh pasukan sudah terfokus di tempat ini.”

“Menarik, tapi bagaimana caranya?” tanya Xenocrest

Alice tersenyum, “Lihat saja sebentar lagi.”

Mereka semua menunggu sejenak tapi tidak terjadi apa-apa. “Manua?” tanya Jack sembari meminum healing potion yang besar.

“Aneh… seharusnya sudah meledak…” Alice memiringkan kepalanya karena bingung.

“Apa sudah di set ke auto?” tanya Ai.

Alice melihat Ai, keringatnya terlihat mengucur deras, “Sepertinya… aku lupa…”

“Cepat tekan tombol peledaknya!” teriak Jack.

“Baik!” teriak Alice panik.

BLAR!

Puluhan ledakan besar menghancurkan seluruh pasukan DEM.

“Hebatkan?” kata Alice dengan bangga.

BLAAAAAAR!

Sebuah ledakan besar berbentuk jamur terlihat di belakang pasukan DEM.

“Terlalu besar!” teriak Jack.

“Bukan… ini…” gumam Ai

“Nuklir!” teriak Xenocrest tepat sebelum efek ledakan itu menghempaskan gudang beserta keempat anggota 601.

To be Continued in: Aftermath


Spoiler for Supplement::
Daftar Biaya Unit 601:

Xenocrest:
-Chaff Grenade: 6 buah
-Time Bomb: 40 buah
-Land Mine: 52 buah
-Trap Tool: 30 buah
-Missile: 11 buah
-Gold Bullet: 50 buah
Level Pengeluaran: Agak boros

Jack Orland
-Silver High Plate Mail: Rusak Berat
-Silver Plate Boots: Rusak Berat
-6 Guardians Lance: Patah
-Silver Heater Shield: Tak bersisa
-Lance of Longinus (?): Bengkok
-Sentinel Shield: Rusak Berat
Level Pengeluaran: Potong Gaji 6 tahun

Alice Southern
-High Nanomachine Bodysuit +20 Strength Crystal: Rusak
-Fascinating Box: 20 buah
Level Pengeluaran: Jenderal Southern pingsan

Ai
+Dompet ‘jatuh’: 10 buah
Level Pengeluaran: Gaji Buta
« Last Edit: April 19, 2011, 01:37:06 pm by shirouamada »
Farewell ECO

Offline milkteddy

  • Rune Guardian
  • Lord of Wisdom
  • *
  • Posts: 5878
  • Cookies: 63
  • milkteddy has little cookie
  • Awards 6714 3089 2582 75.000 Kitin Donatur 3.000 post tanpa junk
    • Awards
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6
« Reply #8 on: April 17, 2011, 11:19:28 am »
wakakakak suram si ai nya
dan daripada gw potong gaji 6 tahun, mending gw di pecat wkwkwkwkwk

Offline shirouamada

  • Gate Guardian
  • Words of Letters
  • *
  • Posts: 2032
  • Cookies: 56
  • shirouamada has little cookie
  • Pensi
  • Awards 25.000 Kitin Donatur
    • Banpresto
    • Awards
Re: [Fanfic lomba] The Fathomless 6
« Reply #9 on: April 17, 2011, 12:13:05 pm »
sayangnya ga bisa minta dipecat, adanya pengadilan militer  :laugh:
Farewell ECO